Elegy: Setidaknya kita bisa berteman...

loading...
Setidaknya kita bisa berteman...

Dengan semua penyangkalan yang terlihat seperti keharusan,
Hati yang meronta menolak firasat.
Menyurati kelemahan, memeluk ketakutan...
Luapan dari pengharapan,
Pernahkah namaku terselip dalam doa?

Terasa hati dingin membeku, saat bagianmu kembali berhembus.
Karena ada yang tertunda, saat ada yang tidak terucap...
Kalimat terakhir yang berdiam dalam hening,
Saat aku juga berhenti bertanya,
Siapa aku di hatimu?

Di sana aku terbayang, lukisan rindu yang telah kusam.
Saat kita menghabiskan malam, saat kita benci menemui pagi...
Untuk bertahan, kita telah lelah...
Untuk berharap, kita telah menyerah...

Dengan semua cinta yang kita serahkan kembali kepada takdir,
Dengan semua mimpi kita baringkan di dalam ketidakberdayaan...

Seakan kita akan bersama lagi,
Seakan kita akan mencintai lagi.
Saat engkau mengatakan,
Setidaknya kita bisa berteman...

Iya, setidaknya kita bisa berteman...
================================= 
Puisi: Setidaknya kita bisa berteman...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Setidaknya kita bisa berteman"