728 x 90
 

Iklan1
Kota Yang Tersakiti

Menarik pandang dari kota yang bersedih
mimpi kosong yang merangkul misteri panjang
menyapa akhir kisah yang semakin memburuk.

Menarik pandang dari kota yang berdiam diri
haluan jerit yang memeluk deretan peristiwa
menyapa janji yang mati karena berharap.

Datar...
Pelan...
Dan selalu sesuai rencana.

Karena sebelum mereka menghancurkan
mereka selalu harus mencintai.
Karena sebelum mereka membinasakan
mereka selalu harus menamai.

Hingga semua yang mengenal
perlahan membenci dan menghilang.
Menyisakan inti menunggu diresapi
kenangan-kenangan yang telah tersakiti.

Tapi mengapa selalu ada sesuatu
yang kita pikir tidak akan pernah terjadi.
Harus datang menghantui
hingga itu benar-benar terjadi.

Hah...

Tempat yang dulunya begitu indah
sebelum mereka mencintai.
Tempat yang dulunya sangat sempurna
sebelum mereka menghancurkan.
================================= 
Puisi: Kota Yang Tersakiti
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Kota Yang Tersakiti"

Post a Comment

Iklan2
 
Top