Puisi Chairil Anwar: Yang Terampas dan Yang Putus

loading...
Yang Terampas dan Yang Putus

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,

Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.
================================= 
Puisi: Yang Terampas dan Yang Putus
Karya: Chairil Anwar
=================================
"Puisi Chairil Anwar: Yang Terampas dan Yang Putus"