728 x 90
 

Iklan1
Bersama kenangan kecil yang pernah kita tinggalkan;
Aku selalu menunggumu...
Menunggu hatimu merelakan tempat untukku,
Menunggu lidahmu membanggakan namaku lagi.

Bersama beberapa mimpi yang pernah kita bicarakan;
Aku selalu menunggumu...
Menunggu senyumanmu menghargai sikapku,
Menunggu bicaramu memulai ungkapan tentangku... lagi.

Aku selalu menunggumu...

Tidak ada yang menyangka, nasib mengundangku bertemu denganmu.
Seperti buah penasaran, nasib begitu baik denganku.
Engkau tersenyum, seolah kita tidak pernah membelakangi.
Engkau menyapa, seolah kita sudah sangat lama ingin bertemu.

Membuat aku mengingat, kisah yang tidak pernah benar-benar ada,
Saat aku mengorbankan bualan penting milik masa depanku.
Haluan yang kita pilih, langkah-langkah yang telah kita awali,
Menghancurkan roda yang pernah kita paksakan berputar.

Banyak hal di sana yang tidak akan terlupakan;
Tentang kita yang beranjak membelakangi,
Tentang kita yang telah memilih nasib baru dalam dunia yang sinis,
Tentang kita... yang entah bagaimana itu bersebut KITA.

Namun sekali lagi aku ingin berada di sana,
Tempat dimana kita dipertemukan Tuhan,
Tempat dimana semua kenangan ini bermuasal,
Tempat dimana nama kita mulai terlupakan.

Karena banyak hal yang tidak seharusnya terjadi,
Karena banyak hal yang tidak akan pernah berakhir.

Aku ingin berada di sana,
Tempat dimana kita dipertemukan Tuhan.
Merasakan lagi... hidup di dalam mimpiku... lagi.

Dan itu terlalu jauh dari kenyataan...

Aku ingin berada di sana,
Tempat dimana kita dipertemukan Tuhan.
Aku ingin berada di sana...
Aku ingin berada di sana...
================================= 
Aku ingin di sana...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi aku ingin di sana"

Post a Comment

Iklan2
 
Top