728 x 90
 

Iklan1
Dari sia-sia yang telah menua,
Dari sakit yang sedikit terlupakan.
Aku datang padamu,
Menebus masa lalu.

Cinta yang kembali terasa ada,
Saat hanya padamu terlihat bisa aku berikan.
Cinta yang aku pikir tidak akan pernah aku rasakan lagi,
Kini padamu terlihat pantas aku berikan.

Terkadang aku merasa,
Kau tidak ingin terjatuh dengan cara yang sama.
Terkadang aku merasa,
Kau bahkan tidak ingin terjatuh dengan cara apapun; lagi.

Lalu merasa yang lain juga ikut rengut bagian;
Bahwa engkau sudah berhenti untuk percaya,
Bahwa engkau sudah berhenti untuk melihat,
Bahwa engkau sudah berhenti untuk mencoba.

Tapi sekarang biar aku yang bertanya...
Seberapa banyak ketulusanku yang terlihat seperti sebuah janji?
Seberapa banyak ungkapanku yang terlihat seperti kesombongan?

Dan tapi dimana kita sekarang?
Mengapa kita kembali?
Mengapa kita ke tempat muasal kita dipertemukan Tuhan?

Namun jangan salahkan karma,
Karena tidak mungkin kita selalu menyalahkan.
Dan pula jangan salahkan karma,
Karena sedari dulu kita menghargai tempat ini.

Maka lihat alasanmu...
Dan lihat alasanku.
Mengapa kita di sini?
Mengapa kita di sini?
================================= 
Karma Terhormat...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi tentang Karma"

Post a Comment

Iklan2
 
Top