728 x 90
 

Iklan1
Hening kembali berteriak damai,
Dan aku berkilah padamu;
Maka maafkan,
Karena aku harus berpura tidak mencintai.

Fatwa yang telah berbentuk,
Pada hatimu yang tidak terketuk;
Maka relakan,
Karena aku masih terpaksa merindui.

Raja bimbang dari pikiranku,
Tujuan yang tidak akan mampu memeluk niatku.
Rantai-rantai yang tidak pernah merantai,
Hanya itu yang membuatku merasa sangat terkurung.

Lalu aku engkau korbankan,
Demi hatimu tetap mengenang.
Lalu aku mengorbankan,
Demi jiwamu tetap menjiwai.

Karena hatiku yang bersalah,
Aku terhukum.
Karena niatku yang deras,
Aku terluka.

Aku kira kisahmu telah berlalu,
Aku sangka cintaku bukan lagi tentangmu.
Dan sekarang engkau kembali,
Membuktikan aku salah dalam mengira.

Berlari...
Menghindari...
Merangkak menjauh,
Tapi engkau malah di hati.
================================= 
Hati yang bersalah...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Hati yang bersalah"

Post a Comment

Iklan2
 
Top