Puisi: Karena Kita Bukanlah Takdir...

loading...
Karena Kita Bukanlah Takdir...

Pernah kita meranjangi masalah,
Mengajak dansa setiap hinaan,
Bertindak terlalu jauh,
Hingga kita memerintah kuasa takdir.

Pertemuan senja itu,
Membuka pahit yang hampir ternodai...
Mengenang,
Memaksa kita mengikat diri.

Lalu bagaimana jika dulunya kita tidak pernah bertemu?
Lalu bagaimana jika kita yang sekarang tidak memiliki takdir yang sama?

Serpihan tanya yang merajuk di dalam relung penasaran,
Menuntun kita untuk mengerti.
Apakah ini tuntunan garis kebetulan?
Atau candaan maris milik waktu?

Kita kembali bersujud di hadapan Pemilik Takdir.
Meminta terlalu banyak, menyesali ribuan kesombongan.

Lalu bagaimana cerita ini jika aku mencintai orang yang salah?
Lalu bagaimana cerita ini jika aku berdiri di atas takdir orang lain?

Sabar kembali menjadi pilihan,
Namun datang di akhir sebuah masalah yang buruk.
Menyesal,
Hanya raungan dari pinta yang hancur.

Ranah yang terlalu ramai,
Untuk hati yang terlalu rinai.
Memaknai setiap inci dari fiksi,
Yang sulit dimengerti...

Aku kembalikan dirimu ke dalam pelukan takdirmu sendiri,
Menghargai pilihan terbaik dari orang tuamu,
Memaklumi kehendak yang tergaris dalam Surat Perintah Nasib,
Menerima, karena kita bukanlah sebuah takdir.
================================= 
Puisi: Karena Kita Bukanlah Takdir...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Karena Kita Bukanlah Takdir"