728 x 90
 

Iklan1
Gadis cantik, duduk kedinginan di sebuah bangku, menatap danau dengan matanya yang lebar. Saya berada di bangku lainnya, juga merasa kedinginan, sembari membaca buku. Iya, aku tidak benar-benar membaca, karena dia merengut perhatianku. Aku bisa melihat hidungnya yang halus, sedikit mancung, mengeluarkan uap. Efek dari dinginnya suasana danau.

Di depan kami, ada beberapa perahu dayung kecil dengan dua orang di masing-masing perahunya; seorang pria dan seorang wanita. Dia masih menatap danau. Tanpa ekspresi, tanpa rasa bahagia, tanpa kesedihan, tanpa segalanya. Aku bisa melihat bulu matanya dari tempatku duduk. Bulu mata yang panjang.

"Air Mata dari Danau"

Aku mencoba untuk membaca bukuku lagi dengan mataku yang terkadang menatapnya. Setengah jam. Hari terasa hampir gelap. Sebagian besar perahu menghilang dari danau. Hanya beberapa pasangan berjalan keluar dari taman, bergandengan tangan. Beberapa orang lain menikmati proses gelap. Tidak ada sunset di sudut danau tapi rasanya tetap indah.

Aku meletakkan buku kembali ke dalam tas. Terduduk lelah, aku berjalan berniat menyapa danau. Beberapa inci dari sana, saya berhenti. Aku menoleh untuk melihat gadis itu. Dia juga berdiri. Beberapa langkah dari bangku. Rambut hitamnya yang panjang. Dan hanya satu hal yang menggangguku, air mata.

Aku melihat air mata di pipinya. Sekarang aku melihat kesedihan. Bertanya heran apa yang ada di pikirannya. Sepertinya dia tidak bisa menahan air matanya. Dia berusaha untuk mengelola perasaannya, tapi dia benar-benar tidak bisa menahannya.

Berdiri di sana, air dari matanya menghampiri pipinya, turun menyentuh tanah, terserap. Tapi kesedihannya tidak runtuh beserta air mata. Semua itu tersimpan di dalam hatinya, berharap dia bisa melakukan hal yang sama, membiarkan tanah menyerap kesedihannya itu hingga tidak harus menjadi beban.

Aku masih di sana mengawasinya. Dia tidak memperhatikanku. Hal yang terdengar tidak lebih baik. Aku tidak akan mampu untuk menyembuhkan hatinya yang terluka.
Next
Newer Post
Previous
This is the last post.

Post a Comment

Iklan2
 
Top